Dalil waktu berbuka puasa
Qs. 2: 187
.. وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ *ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ* …
…dan Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, Yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam …
Ayat diatas menjelaskan kepada kita bahwa waktu puasa itu di mulai dari terbit Fajar (subuh) dan Allah swt memerintahkan manusia untuk menyempurnakan puasa sampai gelap malam. Hal ini sebagaimana juga telah dilakukan oleh para sahabat Nabi saw seperti disebutkan dalam kitab dibawah ini.
Dalam kitab:
1) Muwatho Imam Malik Juz 1 hal 389 terbitan Darul Hadis al-Qohiroh tahun 2005
2) Musnad Imam Syafi’i hal 104 terbitan al-Haramain
3) Sunan Kubro, oleh Baihaqi Juz 6 hal 268-269 terbitan Darul Fikri tahun 2005
"أَنَّ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ وَعُثْمَانَ بن عَفَّان كَانَا يُصَلِّيَانِ الْمَغْرِبَ حِيْنَ يَنْظُرَانِ اللَّيْلَ الْأَسْوَدَ قَبْلَ أَنْ يُفْطِرُوْا ثُمَّ يُفْطِرَانِ بَعْدَ الصَّلاَةِ فِي رَمَضَانِ"
Sesungguhnya Umar bin Khotob dan Usman bin Affan keduanya sholat maghrib ketika melihat sudah gelap malam sebelum berbuka puasa, kemudian keduanya berbuka puasa setelah sholat hal itu terjadi di bulan ramadhan.
4) Shohih Bukhori Juz 1 hal 644 terbitan Darul Kutub Ilmiyah cetakan pertama tahun 1998
عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُمَرِ بْنِ الْخَطَّاب عَنْ أَبِيْهِ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ :إِذَا أَقْبَلَ اللَّيْلُ مِنْ هَاهُنَا وَأَدْبَرَ النَّهَارُ مِنْ هَاهُنَا *وَغَرَبَتِ الشَّمْسُ فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِم*
Rasulullah saw bersabda: "Jika malam telah datang dari sana dan siang telah berlalu dari sana serta matahari telah tenggelam, maka orang yang berpuasa sudah boleh berbuka”